Pariwisata Pendidikan Belum Dilirik

BANDUNG, (PRLM).-Pariwisata pendidikan (edu tourism) sampai saat ini belum dilirik Pemkot Bandung, padahal Kota Bandung memiliki banyak potensi yang bisa dijual. Banyaknya museum, bangunan bersejarah, dan lembaga pendidikan terkenal bisa.

Hal itu dikatakan Ketua Stiepar Yapari Aktripa, Drs. Encep Syarif Nurdin, di sela-sela peresmian PT Stiepar Tours and Travel di Jln. Ir. Sutami, Kamis (29/1). "Selama ini Bandung terkenal dengan pariwisata di bidang pakaian, kuliner, dan pemandangan alam yang indah. Kalau edu tourism belum digarap dengan baik," katanya.

Menurut Encep, pasar pariwisata akan tetap terbuka meski kondisi perekonomian sedang mengalami krisis sebagai dampak krisis global. "Sektor pariwisata dari dulu terkenal akan ketahananannya terhadap krisis. Pemkot Bandung harus serius menggarap sektor ini dan memperluasnya seperti edu tourism," ujarnya.

Pasar edu tourism, kata Encep, sudah tersedia seperti para siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum. "Kota Bandung juga memiliki banyak potensi edu tourism seperti museum, bangunan bersejarah, maupun lembaga pendidikan yang bisa dijual," katanya.

Sampai saat ini wisatawan yang mengunjungi museum atau bangunan bersejarah di Bandung sudah banyak, namun kurang terpola dengan baik. "Mereka hanya datang lalu mencatat dan pergi lagi. Tidak ada keterkaitan antara pariwisata di museum dan bangunan bersejarah dengan potensi wisata lainnya. Yang disajikan juga itu-itu saja," katanya.

Sedangkan perguruan tinggi seperti ITB, Unpad, politeknik, bahkan perguruan tinggi swasta bisa dijual untuk wisatawan. "Misalnya, para siswa kelas III dari luar kota perlu mengetahui informasi perguruan tinggi sehingga dengan mengunjungi ITB, Unpad, dan lainnya bisa mengerti. Wisata ke perguruan tinggi bisa dijual satu paket dengan wisata lainnya," katanya.

0 komentar:

Copyright © 2008 - Nasr-Blog News - is proudly powered by Blogger
Blogger Template