BANDUNG, (PRLM).- Sebuah tabung gas ukuran 12 kg kembali meledak. Kali ini terjadi di sebuah rumah kos di Jalan Setiabudi No. 203 B RT 2 RW 3 Kelurahan Gegerkalong, Kec. Sukasari Bandung pada Kamis (29/1).
Seorang pengelola rumah kos tersebut, Andri Nurdiansyah (36), mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Advent.
Beberapa bagian rumah, seperti ruang tamu yang bersebelahan dengan dapur, ikut porak poranda. Kaca jendela ruang tamu pecah. Pecahannya menghambur ke hampir seluruh penjuru teras. Kain pelapis kursi di ruang tamu pun ikut terkoyak.
Seorang saksi mata yang juga merupakan pengelola rumah kos, Wahyu, menuturkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 5.30 WIB. Saat itu Andri tengah memasak air untuk mandi anaknya yang akan berangkat sekolah.
"Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan. Saat dihampiri, di dapur api sudah membesar. Langsung saja saya dan seorang penghuni rumah kos lainnya mencari tabung pemadam kebakaran dan berusaha menjinakkan api," tuturnya usai memberikan kesaksian di Mapolresta Bandung Barat. Dalam waktu sekitar 10 menit, api sudah bisa dipadamkan sehingga kebakaran tidak merembet ke ruangan yang lain.
Saksi mata lain yang merupakan penghuni rumah kos tersebut, Elsa (21), mengatakan pagi itu ia mendengar suara pecahan kaca dan jeritan seseorang. Ia pun langsung menghampiri sumber suara yang ternyata berasal dari dapur di bagian depan rumah kos.
"Saya lihat Andri yang beberapa bagian tubuhnya sudah terbakar berusaha menyelamatkan anak dan istrinya yang sedang mengandung yang saat itu berada di lantai atas," kata mahasiswi UPI ini. Baru setelah anak dan istrinya diselamatkan, Andri terduduk karena merasakan perih bagian tubuhnya yang telah terbakar. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Advent.
Seorang pegawai Rumah Sakit Advent yang enggan disebutkan namanya mengatakan tingkat luka bakar Andri sebesar 30 persen. Adapun bagian tubuh yang paling parah terluka ialah lengan, wajah, dan kaki kiri.
(Pikiran Rakyat)
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)




0 komentar:
Poskan Komentar